PHP

Pandangan Pertama Begitu Menggoda

Tujuan :

  1. Mahasiswa dapat membuat program sederhana dengan PHP
  2. Mahasiswa dapat memahami beberapa protokol yang digunakan pada internet
  3. Mahasiswa mengerti fungsi web server dan hubungannya dengan PHP
  4. Mahasiswa dapat mengetahui penggunaan variabel dan konstanta pada PHP
  5. Mahasiswa mempunyai pemahaman tentang tipe data
  6. Mahasiswa dapat melakukan operasi menggunakan variabel

Kebutuhan Perangkat Lunak

  1. Text Editor
  2. Web Server
  3. Web Browser

Berkenalan dengan PHP

PHP adalah bahasa pemrograman yang dikhususkan untuk pembuatan halaman web yang dinamis dan merupakan server-side scripting. Mungkin saja penjelasan di atas masih sedikit menyisakan tanda tanya

penggunaan dan fungsi PHP dalam pembuatan web.

Diharapkan sebelum membaca bab ini, anda telah membaca tiga bab sebelumnya yang membahas

tentang HTML, CSS dan JavaScript. Pembuatan web site menggunakan HTML murni hanya bisa

menampilkan halaman web yang statis (tidak berubah). Sementara untuk mengontrol browser dan

tampilan kita menggunakan CSS dan JavaScript.

Pada javascript kita dapat memasukkan sebuah program (script) sehingga kita dapat mengontrol browser. PHP juga dapat bertindak seperti javascript, hanya saja bedanya adalah javascript diterjemahkan oleh browser setelah halaman web yang mengandung script tersebut selesai didownload

ke client. Sebaliknya, web-server scripting seperti PHP diterjemahkan oleh web server dan hasilnya yang dikirimkan ke browser. Sehingga yang ditampilkan pada browser adalah hasil dari penterjemahan tersebut yang berupa kode HTML menggantikan kode PHP.

Sejarah PHP

Pada tahun 1994 seorang developer yang bernama Rasmus Lerdorf membuat sekumpulan script CGI untuk memonitor jumlah hit halaman web resume-nya. Versi ini yang diberi nama PHP/FI masih sangat

sederhana. Sebenarnya pada versi ini sudah mendukung input dari form dan database mSQL tapi fitur keamanan dan hal lainnya masih sangat kurang dibandingkan dengan PHP sekarang ini. Lerdorf memperharui PHP/FI 1.0 menjadi PHP/FI 2.0 pada tahun 1997. Kemudian, dua orang developer lainnya, Andi Gutmans and Zeev Suraski , menulis ulang parser PHP dan dinamakan PHP 3.0. PHP 3.0 ini lah yang mulai dikenal secara luas, bukan saja karena sintaknya yang lebih konsisten, tapi pada versi ini juga dikenalkan arsitektur baru yang mendukung para developer untuk membuat tambahan dan add-on pada bahasa pemrograman ini.

PHP 4.0 dan PHP 5.0 secara berurut hadir di tengah-tengah teknologi web pada tahun 2000 dan 2004. Pada tahun 2007 diadakan survey yang menindikasikan bahwa pada tahun ini sebagian server masih menggunakan PHP 4.x.

Program PHP Pertama

Satu-satunya untuk mengerti sebuah bahasa pemrograman adalah dengan langsung membuat program menggunakan bahasa pemrograman tersebut. Begitu juga dengan pemrograman PHP, di sini kita akan membuat sebuah program PHP sederhana. Namun, sebelumnya kita akan melihat konsep dasar pembuatan sebuah halaman web yang mengandung PHP.

Konsep Dasar Pemrograman PHP

Pembuatan halaman web menggunakan PHP, pada umumnya adalah dengan menyisipkan kode PHP ke dalam tag HTML stndard menggunakan tag khusus php. Untuk lebih jelasnya maka dapat kita lihat contoh kode PHP berikut ini.

<html> 
<head></head> 
<body> 
<div> 
<?php echo sqrt(49); ?> 
</div> 
</body> 
</html> 

Contoh 4.1 pertama.php

Contoh di atas merupakan file HTML yang disisipkan kode PHP di dalam tag <div>. Sebuah kode PHP di mulai dengan tag <?php atau <? saja dan di akhiri dengan tag ?>. Sehingga kode PHP pada file di atas adalah <?php echo sqrt(49); ?>. Agar web server dapat menterjemahkan kode PHP ini maka file ini harus diberi nama dengan ekstensi .php dan diletakkan di dalam root direktori dari web server, jika menggunakan Ubuntu maka file ini di simpan pada direktori /var/www atau direktori yang berada di dalam direktori tersebut.

Menampilkan Halaman Web

Untuk dapat menampilkan sebuah halaman web yang menggunakan PHP kita dapat mengaksesnya dari sebuah browser. Pada address bar kita mengetikkan alamat di mana web server kita berada, jika web server berada pada komputer local maka cukup diketikkan localhost diikuti nama file yang berekstensi PHP. Ini jika kita menyimpan file PHP langsung pada direktori /var/www.

Contohnya jika kita menyimpan file di atas dengan nama pertama.php pada direktori /var/www, maka pada address bar kita cukup mengetik http://localhost/pertama.php. Untuk lebih jelasnya dapat kita lihat pada gambar 4.1 berikut.

Gambar 4.1 tampilan dari program pertama.php

Halaman Web Dinamis

Halaman web dinamis adalah sebuah halaman web yang isinya selalu berubah-rubah. Walaupun pada contoh 4.1 di atas kita sudah menggunakan PHP tapi halaman yang dihasilkan adalah halaman statis, artinya apa yang ditampilkan dari pertama.php tidak akan pernah berubah.

Sekarang kita akan mencoba untuk membuat sebuah halaman web yang isinya akan selalu berubah. Untuk lebih jelasnya kita akan melihat contoh 4.2 berikut ini.

<html> 
<head></head> 
<body> 
Hari ini tanggal 
<?php echo date(“ d M Y” ); ?> 
</div> 
</body> 
</html> 
Contoh 4.2 dinamis.php 

Tampilan dari kode di atas seperti yang ditunjukkan pada gambar 4.2 berikut. Halaman ini bisa disebut sebagai halaman dinamis karena jika diakses pada hari yang berbeda maka akan menghasilkan tampilan yang berbeda atau dinamis.

Latihan

Kali ini kita akan mencoba membuat sebuah script PHP yang sebenarnya atau yang umum digunakan

dalam pembuatan web.

<!DOCTYPE html PUBLIC "-//W3C//DTD XHTML 1.0 Transitional//EN" 
"DTD/xhtml1-transitional.dtd"> 
<html xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml" xml:lang="en" lang="en"> 
<head> 
<title>Tabel Warna</title> 
<style type="text/css"> 
body { 
font-family: Verdana sans-serif; 
} 
td { 
border: solid 5px white; 
} 
</style> 
</head> 
<body> 
<h2>PHP dan HTML dalam Warna</h2> 
<table> 
<tr> 
<td>biru</td> 
<td style="width:40px; background-color:#0000ff"></td> 
</tr> 
<tr> 
<td><?php echo 'Merah'; ?></td> 
<td style="width:40px; background-color:<?php echo '#ff0000'; ?>"></td> 
</tr> 
<?php 
// Baris ini dibuat dengan PHP 
echo "<tr>\n"; 
echo " <td>Hijau</td>\n"; 
echo " <td style=\"width:40px; background-color:#00ff00\"></td>\n"; 
echo "</tr>\n"; 
?> 
</table> 
</body> 
</html> 

Ketika penterjemah PHP (web server) melihat tag PHP di dalam sebuah file, maka seluruh script atau kode yang berada dalam tag tersebut akan dieksekusi. Sementara script lainnya yang tidak berada dalam tag php akan dibiarkan saja seperti semula.

Pada latihan 4.1 di atas kita melihat ada beberapa penggunaan tag php, yang pertama adalah <td><? php echo ‘Merah’; ?></td>, di sini tag php berada dalam tag <td>. Kemudian berikutnya script

PHP yang berfungsi untuk menampilkan tag-tag HTML.

Simpan kode di atas dengan nama latihan.php. arahkan web browser ke http://localhost/latihan.php. Kita akan melihat dua kolom, yang pertama berupa tulisan dan yang kedua adalah blok warna seperti pada gambar 4.2.

Gambar 4.2 tampilan dari latihan 4.2

Bagaimana PHP Bekerja

Sekilas kita sudah membahas bagaimana sebuah file PHP diterjemahkan. Pada bagian ini kita akan membahas lebih detail mengenai proses penterjemahan dari kode PHP dan protokol-protokol yang terlibat dalam proses ini.

Pada dunia web, server atau yang lebih dikenal dengan istilah web server berfungsi untuk menyimpan, menterjemahkan dan mendistribusikan data. Sebaliknya, client ataupun browser berusaha mendapatkan data dengan mengakses server. Untuk melakukan koneksi dari client ke server atau sebaliknya maka dibutuhkan sebuah jaringan komputer ataupun internet.

Internet didesain untuk dapat membawa informasi dari tempat ke tempat yang lain. Proses ini membutuhkan serangkaian protokol jaringan yang dikenal dengan TCP/IP. Salah satu keuntungan TCP/IP adalah kecepatannya dalam mencari rute baru menuju satu titik jika rute yang lama ternyata putus.

Ketika user menggunakan web browser untuk memanggil file di server, browser sebenarnya “membungkus” permintaan ini menggunakan protokol TCP (Transmission Control Protocol). TCP adalah protokol yang bertugas untuk menyediakan jalur komunikasi yang dapat dipercaya (reliable).

Jadi untuk pekerjaan yang diberikan browser tadi, protokol ini harus memastikan bahwa semua perintah sudah dipaket dengan benar sehingga dapat dikirim. Di sisi penerima, paket ini nantinya akan dibuka bungkusnya, protokol yang berfungsi untuk membuka bungkus ini juga TCP.

Sebelum sebuah paket dapat dikirim tentu saja paket tersebut harus diberikan alamat tujuan. Ada pun protokol yang berfungsi untuk memberikan label alamat adalah HTTP (HyperText Transfer Protocol) sehingga TCP/IP dapat langsung mengirimkan paket tersebut ke alamat tujuan. HTTP digunakan oleh world wide web untuk untuk bertukar informasi dari satu komputer ke komputer lainnya. Kalau kita anologikan maka TCP seperti kantor pos yang berfungsi untuk mengirim dan menentukan rute pengiriman. Sementara, HTTP dapat kita andaikan sebagai alamat pada sebuah surat sehingga kantor pos dapat mengirinkan surat tersebut.

Permintaan dari browser ke web server dikenal dengan istilah HTTP request. Permintaan ini diterima web server, kemudian akan melakukan pengecekan terhadap permintaan dari client terhadap file yang diminta. Jika file ditemukan, maka web server akan mempaketkan file ini menggunakan TCP dan memberikan alamat untuk dikirimkan kembali ke browser. Namun, jika web server tidak bisa menemukan file yang diminta oleh browser, web server akan mengirimkan sebuah halaman yang berisi kode error (error 404 : Page Not Found) ke browser. Pesan yang dikirim dari server ke browser disebut HTTP response.

HTTP Request

Pada dasarnya ada 3 bagian dalam HTTP request.

  1. Bagian request

    Bagian ini berisi tiga (3) informasi

a. Perintah HTTP yang disebut method

b. Path server yang berisi lokasi file yang diminta

c. Versi HTTP

Bagian ini akan berisi baris seperti berikut

GET /dinamis.htm HTTP/1.1

Method berfungsi untuk memberitahu server bagaimana menangani permintaan dari client. Selain method GET masih ada beberapa method lainnya sepertinya HEAD, DELETE, POST, PUT, TRACE dan CONNECT.

  1. Bagian Header

Bagian berikutnya yang dikirim adalah HTTP header. Bagian ini berisi informasi tentang tipe dokumen yang diterima dari server, tipe browser yang digunakan, tanggal dan informasi umum lainnya.

Contoh HTTP header adalah sebagai berikut

Accept: */*

Accept-Language: en-us

Connection: Keep-Alive

Host: http://www.wrox.com

Referer:http://webdev.wrox.co.uk/books/SampleList.php?bookcode=3730

User-Agent: Mozilla (X11; I; Linux 2.0.32 i586)

  1. Bagian Body

Umumnya jika method yang digunakan adalah GET, maka bagian ini adalah kosong. Namun, jika yang dipakai adalah method POST maka bagian ini berisi data yang dikirim ke server.

HTTP Response

Pada dasarnya ada 3 bagian dalam HTTP request.

  1. Bagian respon

Bagian ini berisi informasi tentang

a. Versi HTTP

b. Kode HTTP request, baik kode yang mengindikasikan keberhasilan ataupun kegagalan.

Contoh dari bagian respon ini adalah

HTTP/1.1 200 OK

pada contoh di atas, kode 200 adalah kode untuk OK yang berarti bahwa request dapat dilayani.

  1. Bagian Header

Pada prinsipnya, baik HTTP request dan HTTP response memiliki header yang sama. Untuk

contohnya dapat dilihat seperti pada contoh berikut ini

HTTP/1.1 200 OK

Date: Mon, 1st Nov 1999, 16:12:23 GMT

Server: Apache/1.3.12 (Unix) (SUSE/Linux) PHP/4.0.2

Last-modified: Fri, 29th Oct 1999, 12:08:03 GMT

  1. Bagian Body

Bagian ini akan mengirim file HTML jika request berhasil.

Parsing dan Eksekusi PHP

Proses yang terjadi pada PHP engine dapat dibagi dua, pertama adalah pengecekan sintaks dan yang kedua adalah eksekusi. Ketika sebuah halaman PHP dikirim ke PHP engine maka pertama sekali PHP engine akan melakukan pengecekan terhadap sintaks. Pada proses ini tidak menjamin bahwa sebuah kode PHP adalah benar seperti yang diharapkan, tapi disini hanya melakukan pengecekan terhadap sintaks saja. Setelah Script PHP melalui proses ini, baru skrip PHP dieksekusi. Pada proses ini skrip PHP akan dieksekusi dan hasilnya akan dikirimkan ke client.

Variabel

Seluruh bahasa pemrograman mengenal istilah variabel, yang kalau didefinisikan adalah sebagai sebuah wadah atau tempat untuk menampung sebuah sesuatu. Pengertian lainnya dari sebuah variabel adalah alamat atau bagian dari memori yang digunakan untuk menyimpan informasi. Pada PHP semua variabel diawali dengan lambang $. Untuk dapat menyimpan sebuah nilai atau informasi ke dalam sebuah variabel maka digunakan tanda =. Untuk membuat sebuah variabel yang bernama panjang dan memasukkan nilai 34 ke dalam nya, maka dapat dilakukan seperti berikut

$panjang = 34 ;

Selain angka, sebuah variabel juga dapat menampung String atau kumpulan huruf. Contohnya kita ingin membuat sebuah variabel yang bernama nama_belakang dan mengisinya dengan nilai Muchallil maka dapat dilakukan sebagai berikut :

$nama_belakang = “Muchallil”;

Pada dasarnya baik angka maupun string adalah sama, kecuali pada sebuah string kita memberi tanda kutip ganda dan pada angka tidak.

Aturan Penamaan Variabel

Pada bahasa pemrograman lainnya, nama variabel umunya dibatasi sampai 255 atau mungkin 1000 karakter. Tapi pada PHP, tidaka ada aturan dalam hal panjang nama variabel. Namun, umumnya kita tidak akan menggunakan variabel yang lebih panjang dari 50 karakter. 20-30 karakter sudah lebih dari cukup untuk pendefinisikan sebuah nama variabel pada sebuah program.

Aturan lainnya adalah nama sebuah variabel dalam PHP harus selalui dimulai dengan huruf atau underscore (_). Untuk huruf kedua dan selanjutnya dari sebuah nama variabel bisa menggunakan gabungan huruf, angka dan underscore. Karakter-karakter simbol seperti +, -, *, dan & tidak diijinkan dalam penamaan sebuah variabel dalam PHP.

Case Sensitive

Nama variabel pada PHP bersifat case sensitive yang artinya antara huruf kapital dan huruf kecil adalah variabel yang berbeda walaupun bacaannya sama. Pada contoh dibawah ini dapat kita lihat ada dua variabel yaitu nama_belakang dan Nama_Belakang. Kedua variabel ini adalah variabel yang berbeda.

$nama_belakang = “Muchallil”;

$Nama_Belakang = “Maulizah”;

sehingga kedua variabel tersebut sama saja dengan cara penamaan di bawah ini

$nama_belakang_suami = “Muchallil”;

$nama_belakang_istri = “Maulizah”;

Latihan

Kali ini kita akan mencoba membuat sebuah script PHP menggunakan variabel

  1. ketik kode berikut pada text editor
<HTML> 
<BODY> 
<?php 
$nama_belakang = "Muchallil"; 
echo $nama_belakang; 
?> 
</BODY> 
</HTML> 
  1. simpan file di atas dengan nama variabel.php ke dalam root directori web server.
  1. Panggil dari web browser dengan alamat http://localhost/variabel.php

Gambar 4.x Tampilan di browser untuk variabel.php

Keterangan Kode variabel.php

Kode php yang ada pada file variabel.php di atas hanya terdiri dari dua baris, baris pertama adalah

$nama_belakang = “Muchallil”;

yang berfungsi untuk mengisi variabel nama_belakang dengan Muchallil dan baris kedua

echo $nama_belakang;

di mana kita meminta PHP untuk menampilkan nilai dari variabel nama_belakang dengan menggunakan fungsi echo().

Menampilkan Isi dan tipe Variabel

Untuk dapat menampilkan isi dan tipe data dari sebuah variabel kita menggunakan fungsi var_dump(nama_variabel). Untuk dapat lebih mengerti tentang fungsi ini kita akan mencoba membuat sebuah file PHP lain seperti berikut.

Kali ini kita akan mencoba membuat sebuah script PHP menggunakan variabel

Latihan

    1. ketik kode berikut pada text editor


<HTML>

<BODY>

<?php

$nama_belakang = “Muchallil”;

var_dump($nama_belakang);

?>

</BODY>

</HTML>

  1. simpan file di atas dengan nama vardump.php ke dalam root directori web server.

  1. Panggil dari web browser dengan alamat http://localhost/vardump.php

Gambar 4.x Tampilan di browser untuk vardump.php

Dari tampilan ini kita melihat bahwa variabel nama_belakang bertipe String dengan panjang 9 karakter

dan isinya adalah Muchallil.

Menghapus Isi Variabel

Untuk menghapus isi sebuah variabel kita dapat menggunakan fungsi unset(nama_variabel). Latihan berikut akan membantu kita untuk lebih memahami fungsi unset().

Latihan

  1. ketik kode berikut pada text editor

<HTML>

<BODY>

<?php

// masukkan nilai ke variabel nama_balakang

$nama_belakang = “ Muchallil” ;

// tampilkan isi dari variabel nama_balakang

// sebelum dihapus

echo “sebelum unset(), nama balakang adalah $nama_belakang”;

echo <br>;

// hapus isi variabel nama_belakang

unset($nama_belakang);

// Panggil dari web browser variabel nama_balakang

// setelah dihapus

Gambar 4.x Tampilan di browser untuk vardump.php

echo “setelah unset(), nama belakang adalah $nama_belakang”;

?>

</BODY>

</HTML>

  1. simpan file di atas dengan nama vardel.php ke dalam root directori web server.

  1. Panggil dari web browser dengan alamat http://localhost/vardel.php

Gambar 4.x tampilan vardel.php

Selain menggunakan fungsi var_dump(), untuk menghapus sebuah variabel dapat juga dengan menggunakan nilai null yang diisi ke dalam variabel yang mau dihapus.

<HTML>

<BODY>

<?php

// masukkan nilai ke variabel nama_balakang

$nama_belakang = “ Muchallil” ;

// tampilkan isi dari variabel nama_balakang

// sebelum dihapus

echo “sebelum unset(), nama balakang adalah $nama_belakang”;

echo <br>;

// hapus isi variabel nama_belakang

$nama_belakang = null;

// tampilkan isi dari variabel nama_balakang

// setelah dihapus

echo “setelah unset(), nama belakang adalah $nama_belakang”;

?>

</BODY>

</HTML>

Tipe Data

Dari beberapa contoh di atas, kita sudah melihat contoh penggunaan tipe dari variabel yang berbentuk angka atau numeric dan String yang berupa kumpulan huruf. Sebenarnya, tipe dari sebuah variabel yang lebih dikenal dengan istilah tipe data tidak hanya berupa string dan angka, tapi bisa juga berbentuk array dan object yang akan kita pelajari pada bab lainnya.

Berikut adalah beberapa tipe variabel yang ada pada bahasa pemrograman PHP.

No

Tipe Data

Keterangan

1

boolean

Tipe data ini hanya untuk menampilkan nilai benar dan salah. Dapat kita analogikan sebagai saklar yang hanya bisa dalam posisi on dan off

2

Numeric

PHP mengenal dua macam tipe angka, yang pertama adalah integer yang merupakan angka murni atau bilangan asli. Sedangkan yang kedua adalah double atau float yang berupa bilangan berkoma atau bilangan desimal

3.

String

Tipe data yang berupa kumpulan huruf atau kata/kalimat

4.

Null

Ini adalah tipe data khusus yang pertama sekali dikenalkan pada PHP 4.0. variabel yang bertipe null adalah variabel yang tidak mengandung data apa pun.

Menentukan dan Merubah Tipe Data

Bahasa pemrograman lain pada umumnya, seorang programmer harus menetukan tipe data yang digunakan oleh sebuah variabel. Berbeda dengan PHP, karena PHP sendiri akan menentukan tipe data dari sebuah variabel berdasarkan isi dari variabel tersebut. Sehingga jika isi dari sebuha variabel berubah pada program PHP maka tipe datanya juga akan diubah secara otomatis sesuai dengan isi dari variabel tersebut.

Latihan

  1. ketik kode berikut pada text editor

<HTML>

<BODY>

<<?php

// mendefinisikan variabel

$saya = ‘Muchallil’;

// output: ‘string’

echo gettype($saya);

// masukkan sebuah angka ke variabel $saya

$saya = 55;

// output: ‘integer’

echo gettype($saya);

//hapus isi variabel

unset($saya);

// output: ‘NULL’

echo gettype($saya);

</BODY>

</HTML>

  1. simpan file di atas dengan nama tipedata.php ke dalam root directori web server.

  1. Panggil dari web browser dengan alamat http://localhost/tipedata.php

Pada latihan di atas kita melihat penggunaan fungsi gettype() yang berfungsi untuk menampilkan tipe

data dari sebuah variabel.

PHP tidak akan melakukan semua hal buat kita, ada kalanya kita harus merubah sebuah tipe data secara

manual. Perubahan dari satu tipe data menjadi tipe data lainnya dikenal dengan istilah casting. Casting umumnya digunakan oleh programmer Java. Pada contoh berikut kita dapat melihat penggunaan casting pada PHP, yaitu merubah tipe data dari sebuah double menjadi integer.

<?php

// define floating-point variable

$speed = 501.789;

// cast to integer

$newSpeed = (integer) $speed;

// output: 501

echo $newSpeed;

?>

Selain fungsi gettype(), kita dapat menggunakan beberapa fungsi berikut ini untuk melakukan pengecekan tipe data tertentu.

No

Tipe Data

Keterangan

1

is_bool()

Apakah variabel bertipe boolean

2

is_numeric()

Apakah variabel bertipe numeric

3.

is_int()

Apakah variabel bertipe integer

4.

is_float()

Apakah variabel bertipe float atau bilangan berkoma

5.

is_string()

Apakah variabel bertipe String

6.

is_null()

Apakah variabel bertipe null

7.

is_array()

Apakah variabel bertipe array

8.

is_object()

Apakah variabel bertipe object

Tipe Data String

Tipe data String adalah data yang berbentuk teks atau kata. Segala sesuatu yang berada dalam tanda kutip ganda dianggap sebuah string termasuk angka.

$nama =”Muchallil”;

$ukuran = “29”;

Pada variabel ukuran di atas, walaupun berbentuk angka tapi oleh PHP dianggap sebagai String karena berada dalam kutip ganda. Untuk melakukan operasi matematika pada tipe data seperti ini maka PHP harus melakukan konversi terlebih dahulu. Jika tidak, maka ada kemungkinan hasil yang didapat tidak sesuai dengan yang diharapkan.

Untuk string juga ada penambahan yang dikenal dengan istilah concatenation.

String Concatenation

Concatenation adalah penambahan sebuah string dengan string lainnya. Concatenation dapat juga berarti menambahkan sebuah string pada akhir string yang lain. Operator yang digunakan untuk operasi concatenation adalah titik (.).

$nama_depan = “Sayed”;

$nama_belakang = “Muchallil”;

$nama_lengkap = $nama_depan . $nama_belakang;

maka $nama_lengkap menjadi SayedMuchallil, dari contoh ini kita melihat bahwa tidak ada spasi antara nama depan dan nama belakang. Sehingga untuk membuat variabel $nama_lengkap mejadi lebih enak untuk dibaca maka kita bisa menambahkan

$spasi =” “;

dan variabel $nama_lengkap menjadi

$nama_lengkap = $nama_depan . $spasi . $nama_belakang;

Cara lain adalah dengan langsung memasukkan spasi ke dalam variabel $nama_lengkap

$nama_lengkap = $nama_depan . “ “ .$nama_belakang.

Concatenation juga bisa digunakan langsung pada string bukan hanya pada variabel yang bertipe string.

$nama_lengkap = “Sayed” . “ “ . “Muchallil”;

Masih ada satu metode lagi untuk melakukan concatenation di dalam PHP yaitu dengan menggunakan fungsi echo().

$merk_motor = “Honda”;

echo “$merk_motor”;

pada contoh di atas maka tampilan di browser juga akan menjadi Honda, untuk melakukan concatenation menggunakan echo akan menjadi seperti

echo “Motornya Muchallil adalah $merk_motor”;

Latihan

  1. ketik kode berikut pada text editor

<HTML>

<BODY>

<?php

$merk_motor = “Honda”;

$ukuran_silinder = “125cc”;

$spasi = ” “;

$motor = $merk_motor . $Space . $ukuran_silinder;

echo $motor . $motor;

?>

</BODY>

</HTML>

  1. simpan file di atas dengan nama concat.php ke dalam root directori web server.

  1. Panggil dari web browser dengan alamat http://localhost/concat.php

Tipe Data Numeric

Ada dua tipe data numerik, yang pertama adalah integer dan yang kedua adalah float. Integer adalah bilangan asli sedangkan float adalah bilangan desimal atau bilangan berkoma.

$sebuah_integer = 39;

$integer_juga = 55;

$desimal = 34.5;

$desimal_lainnya = 55.7;

dari contoh di atas dapat disimpulkan bahwa sebuah integer adalah variabel yang menampung bilangan asli dan yang menampung bilangan desimal adalah float.

Sebuah integer dapat menampung nilai dari –32,768 sampai dengan 32,767, sementara yang bernilai double atau float dapat menampung nilai dari – 1.79769313486232E308 sampai – 4.94065645841247E-324 untuk negatif dan untuk yang positif adalah dari 4.94065645841247E-324 sampai 1.79769313486232E308. Baik integer maupun float dapat menampung nilai nol.

Operator Matematis

Berikut adalah operator matematis yang dapat digunakan pada pemrograman PHP.

Operator matematis

Keterangan

+

Adalah operator yang digunakan untuk penjumlahan

Adalah operator yang dihunakan untuk operasi pengurangan. Namun, apabila digunakan sebagai unary operator maka akan menjadi sebagai pemberi tanda negatif

*

Adalah operator yang digunakan untuk perkalian

/

Operator yang digunakan untuk pembagian

%

Operator ini disebut sebagai modulus dan berfungsi sebagai operator untuk mendapatkan sisa hasil pembagian

Penggunaan operator ini sangat mudah. Misalkan untuk menghitung total nilai dari seluruh nilai mahasiswa maka akan digunakan opertaor penjumlahan

$quis = 12 ;

$tugas = 45;

$uts = 20;

$uas = 18;

$nilai_akhir = $quis + $tugas + $uts + $uas;

penggunaan seluruh operator lainnya juga menggunakan format yang yang sama, yaitu operan operator operan. Penggunaan operator – dapat kita implementasikan pada pemberian diskon pada saat berbelanja.

$harga_total = 50000;

$diskon = 2500;

$harga_bayar = $harga_total – $diskon;

selain penggunaan setiap operator secara terpisah, operator dapat juga digunakan secara bersama-sama. Misalkan kita ingin menghitung nilai rata-rata dari seorang mahasiswa;

$jumlah_mahasiswa = 3;

$nilai_mahasiswa1 = 80;

$nilai_mahasiswa2 = 83;

$nilai_mahasiswa3 = 65;

$nilai_rata_rata = ($nilai_mahasiswa1+$nilai_mahasiswa2+$nilai_mahasiswa3)/$jumlah_mahasiswa;

Menambahkan Variabel dengan Variabel itu Sendiri

Salah satu penggunaan operator yang mungkin agak sulit diterima secara matematis adalah

$total = $total + $tambahan;

penggunaan operator di atas bukan berarti bahwa $total adalah hasil penjumlahan dari $total dan $tambahan. Untuk operasi di atas adalah nilai $total yang baru adalah nilai dari $total yang lama dijumlahkan demngan $tambahan.

Untuk operasi seperti di atas, PHP juga mengijinkan kita melakukan hal seperti berikut

$counter = $counter + 1;

yang berarti $counter sekarang adalah $counter yang sebelumnya dijumlahkan dengan 1. Ada operator yang lebih pendek untuk operasi dimana nilai sekarang adalah nilai lama dijumlahkan dengan 1.

$counter++;

namun untuk nilai $genap yang baru adalah nilai $genap yang lama ditambahkan dengan 2. Maka operasinya adalah sebagai berikut.

$genap = $genap + 2;

atau

$genap += 2;

kedua operasi di atas adalah sama. Operasi yang pertama menggunakan operasi yang umum sedangkan yang kedua menggunakan cara singkat. Namun secara hasil keduanya akan menghasilkan output yang sama.

Precedence

precedence adalah urutan dalam pengerjaan sebuah operator. Operasi matematis berikut dapat menghasilkan dua output yang berbeda tergantung operator mana yang terlebih dahulu dikerjakan.

$hasil = 8 + 7 * 5 ;

jika kita mengerjakan berdasarkan urutan kemunculan dari operator tersebut, maka hasil yang kita dapatkan adalah 75. namun, jika kita mengerjakan aturan matematis, bahwa perkalian harus dikerjakan terlebih dahulu makan outputnya adalah 43.

ada metode yang digunakan untuk mengingat aturan urutan pengerjaan operator matematis dalam bahasa inggris yaitu BODMAS yang merupakan kependekan dari Bracket (tanda kurung), division (pembagian), Multiplication (perkalian), Addition (penjumlahan), subtraction (pengurangan).

Namun kita dapat membuat sebuah operator yang secara aturannya seharusnya dikerjakan belakangan tapi dikerjakan terlebih dahulu, yaitu dengan menggunakan tanda kurung. Jadi untuk contoh di atas, jika ingin mebuat bahwa penjumlahan dikerjakan terlebih dahulu sebelum pembagian maka kita dapat menambahkan tanda kurung pada operasi penjumlahan seperti berikut ini

$hasil = (8 + 7) * 5;

untuk dapat lebih memahami penggunaan urutan dalam operasi matematis dapat kita lihat pada latihan berikut

Latihan

    1. Buka text editor dan tuliskan kode berikut
<HTML> 

<BODY>

<?php

$gaji = 1500000;

$pajak = 10;

$Pensiun = 5;

$pendapatan_sebelum_pensiun = $gaji – (($gaji / 100) * $pajak);

$pendapatan_pensiun = $ pendapatan_sebelum_pensiun -(($pendapatan_sebelum_pensiun/100)*$Pensiun);

echo “Pendapatan sebelum dipotong pensiun : $pendapatan_sebelum_pensiun<BR>”;

echo “Pendapatan setelah dipotong pensiun :$pendapatan_pensiun”;

?>

</BODY

</HTML>

      1. simpan dengan nama precedence.php pada /var/www atau root directori dari web server.
      2. panggil halaman tersebut dari browser dengan alamat http://localhost/precedence.php

tampilan dari program PHP di atas adalah sebagai berikut

gambar 4.x tampilan dari precedence.php

pada latihan tersebut gaji pokok adalah 1500000 yang didefinisikan dengan

$gaji = 1500000

kemudian pajak adalah 10% yang dapat kita lihat pada kode

$pajak = 10

dan simpanan pensiun adalah 5% pada kode

$Pensiun = 5;

kemudian kita menghitung gaji pokok yang telah dikenakan pajak dengan cara mengurangi gaji pokok dengan gaji pokok setelah dikurangi 10%.

$pendapatan_sebelum_pensiun = $gaji – (($gaji / 100) * $pajak);

kemudian, kembali kita memotong gaji yang telah kena pajak dengan biaya pensiun sebesar 5%. sehingga gaji bersih menjadi gaji pokok dikurangi pajak dan pensiun.

$pendapatan_pensiun = $ pendapatan_sebelum_pensiun -(($pendapatan_sebelum_pensiun/100)*$Pensiun);

Konstanta

Sampai sekarang semua contoh variabel yang kita gunakan dapat dirubah-rubah sesuai dengan keinginan kita. Misalkan saja $nama_belakang yang dapat kita rubah dari Muchallil menjadi Maulizah pada contoh berikut ini

$nama_belakang = “Muchallil”;

echo $nama_belakang;

$nama_belakang = “Maulizah”;

echo $nama_belakang;

dari contoh tersebut dapat kita lihat bahwa $nama_belakang dapat dirubah dari Muchallil menjadi Maulizah. Namun adakalanya kita menggunakan variabel yang tidak dapat dirubah lagi, misal $titik_didih_air atau $hari_kemerdekaan_RI.

$titik_didih_air = 100;

$hari_kemerdekaan_RI = “17 Agustus 1945”;

Keyword define

untuk dapat membuat sebuah variabel yang tidak dapat dirubah lagi atau yang lebih dikenal dengan nama konstanta maka kita dapat menggunakan keyword define seperti pada contoh berikut

define(“TITIKDIDIHAIR”, 100);

define(“HARIKEMERDEKAANRI”, “17 Agustus 1945”);

menurut aturan penamaan, maka semua nama kosntanta harus merupakan huruf kapital. Dari
contoh di atas dapat kita simpulkan bahwa penggunaan define memerlukan dua buah argumen, yang pertama adalah nama kosntanta dan yang kedua adalah nilai dari konstanta itu sendiri. Pada contoh di atas, nama kosntantanya adalah TITIKDIDIHAIR yang memiliki nilai 100 dan konstanta yang kedua bernama HARIKEMERDEKAANRI yang memiliki nilai sebuah string yaitu 17 Agustus 1945.

pemanggilan konstanta dalam program dapat dipanggil dengan cara yang sama seperti sebuah variabel. Bisa menggunakan fungsi echo.

echo “titik didih air adalah “ . TITIKDIDIHAIR;

namun karena sebuah konstanta tidak memiliki tanda $ maka dia tidak dapat dipanggil seperti berikut :

echo “Hari kemerdekaan Republik Indonesia adalah HARIKEMERDEKAANRI ”;

output dari kode di atas adalah Hari kemerdekaan Republik Indonesia adalah HARIKEMERDEKAANRI. Jadi untuk memastikan bahwa sebuah konstanta dapat ditampilkan dengan benar, maka kita harus selalu meletakkan kosntanta diluar tanda kutip ganda.